SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Anak Indonesia terbukti memiliki bakat dan kecerdasaan sebagai generasi bangsa yang hebat, cerdas dan berprestasi. Hal ini dibuktikan melalui ajang bergengsi Kompetisi Pelajar Juara Indonesia (Komperasia) 2026.
Kompetisi pendidikan Komperasia 2026 yang diselenggarakan oleh Andima Smarthouse ini menjadi ajang adu kecerdasaan dan ketangkasan dalam pelajaran Matematika, Sains, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Ratusan ribu anak hebat dari berbagai kota/kabupaten di Indonesia antusias mengikuti kompetisi Komperasi 2026. Namun, hanya 3.800 finalis lolos masuk babak Final Komperasia 2026 yang diselenggarakan pada Sabtu, (10/01/26) di Gedung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNESA.
Ketua Pelaksana Komperasia 2026, Richi Danu Ardian S.T mengatakan bahwa, kompetisi Komperasia ini diselenggarakan Andima Smarthouse sebagai bentuk komitmen turut mencerdaskan anak bangsa dengan metode olimpiade berkualitas.
“Ajang kompetisi pendidikan Komperasia 2 ini merupakan bentuk komitmen Andima Smarthouse Surabaya untuk terus mendukung mewujudkan generasi bangsa yang hebat dan berprestasi,” ujar Richi saat dijumpai Tim Pintar Indonesia di Gedung FSB Unesa.
Menurut Richi, Komperasia hadir ditengah banyaknya olimpiade maupun kompetisi di kalangan peserta didik baik di jenjang terendah sampai teratas. Melalui kompetisi ini, Andima Smarthouse berharap peserta bisa mengeluarkan potensi terbaik yang dimiliki dengan persaingan yang lebih adil di kompetisi antar jenjang kelas.
“Sedangkan, tujuan terselenggaranya kompetisi ini guna untuk menumbuhkan sifat kompetisi kepada seluruh peserta didik di Indonesia serta pengalaman yang berharga bagi mereka,” terangnya.
Nantinya, lanjut Richi, peserta yang lolos dan masuk babak Grand Final Komperasia 2026 akan merebutkan hadiah Medali Emas, Perak dan Perunggu serta Uang Pembinaan juga hadiah utama Field Trip ke Thailand dan Singapore.
Sedangkan, minat tertinggi peserta dalam mengikuti Komperasia 2026 adalah kategori Matematika, Kedua Bahasa Inggris di susul Sains dan kategori Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Keseruan Komperasia 2026 juga dirasakan oleh Asyifa Quraisy (7) peserta asal Bangkalan Jawa Timur yang merupakan pelajar kelas 1 SDN Bancaran 3 mengaku baru kali pertama mengikuti ajang kompetisi pendidikan.
“Ternyata pesertanya banyak sekali dan pintar pintar. Tapi, alhamdulilah saya bisa lolos masuk babak Final Komperasia 2026. Senang, bangga dan bersyukur rasanya. Semoga, nanti bisa lolos masuk di Grand Final dan menjadi juara. Aamiin,” harap Asyifa.
Hal senada juga disampaikan Jawahirul Ulum (7) teman satu sekolah di SDN Bancaran 3 Bangkalan Jawa Timur yang memilih kategori Matematika. Menurutnya, matematika pelajaran yang menyenangkan dan mudah. Sehingga, menjadi alasan dirinya ikut Komperasia 2026.
“Ini kali kedua saya ikut kompetisi pendidikan. Meskipun tahun lalu tidak menang dan hanya lolos masuk babak final, namun saya tetap semangat dan semoga kali ini bisa lolos ke Babak Grand Final dan bisa mendapatkan hadiah Field Trip ke Luar Negeri,” ungkap Irul sembari tersenyum bangga. (*)
- Penulis : Saputra Wijaya
- Foto : Saputra
- Editor : Ronie Dwito





