SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Dalam acara puncak Dies Natalis Ke-61 Universitas Negeri Surabaya (Unesa), tidak hanya bertabur canda tawa dan ceria. Namun juga ada tangis haru bercampur bahagia.
Pasalnya, dalam puncak Dies Natalis Ke-61 yang diadakan pada Kamis, (18/12/25) di Graha Sawunggaling Unesa ini, Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan juga memberikan penghargaan kepada almarhum Naufal Takdir Al-Bari sebagai atlet berprestasi nasional.
Penghargaan terbaik tersebut diterima langsung oleh Ibunda almarhum Nurul Khotimah dengan tangisan haru dan bahagia.
Perlu diketahui, Naufal merupakan atlet muda senam gimnastik artistik sekaligus mahasiswa Unesa yang meninggal akibat kecelakaan saat menjalani latihan di Rusia untuk persiapan berlaga di 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025.
Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan mengatakan bahwa, Naufal adalah patriot olahraga yang gugur saat berjuang demi bangsa Indonesia. Tidak hanya mengharumkan nama Unesa tapi Indonesia di kancah internasional. Untuk itu, sudah sepantatnya mendapatkan penghargaan tertinggi.
“Semoga, semangat besar Naufal bisa menjadi motivasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus melahirkan atlet atlet tangguh dan berprestasi,” ujar Rektor Unesa yang akrab disapa Cak Hasan.
Cak Hasan juga menyampaikan bahwa, Dies Natalis menjadi momentum penting untuk merefleksikan diri. Sekaligus, mengevaluasi berbagai program yang sudah dilakukan dan apa yang perlu diperkuat. Untuk itu, Unesa memastikan akan terus meningkatkan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Termasuk, meningkatkan fasilitas perkuliahan secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain penguatan kualitas dan mutu Tri Dharma Perguruan Tinggi, lanjut Guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Unesa juga memperkuat internasionalisasi dan tranformasi kampus berdampak.
“Untuk menghadirkan dampak bagi masyarakat itu tidak bisa dengan jalan sendiri. Tetapi, harus melalui kerja kolektif, kerja sama yang terorkestrasi dengan baik antara pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Untuk itu, Unesa memusatkan langkah transformasinya pada pembangunan karakter, penguatan akademik, inovasi dan riset, pengembangan infrastruktur kampus, kompetensi mahasiswa, akreditasi hingga pemeringkatan nasional dan internasional.
Ditempat yang sama, Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center, Bambang Sigit Widodo menjelaskan, kampus ‘Growing with Character’ menargetkan dalam dua tahun ke depan bisa menembus peringkat 401–600 dunia THE Impact Ranking.
“Banyak kebijakan yang dijalankan untuk mewujudkan target tersebut, salah satunya memperluas kerja sama bidang riset dan publikasi dengan mitra internasional, menggandeng pakar dan peneliti luar negeri. Serta, pengabdian yang berorientasi pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs,” terang Bambang.
Sedangkan, Wakil Rektor I Unesa, Martadi menambahkan bahwa, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan tersebut, Unesa terus meningkatkan kualitas akademik dan internasionalisasi melalui sejumlah program, seperti kelas joint degree dan double degree tahun depan di setiap fakultas.
Selain itu, juga mengembangkan kelas internasional yang tahun ini berjalan 14 kelas terus ditambah dan ditingkatkan tahun depan, sehingga semakin banyak kesempatan mahasiswa luar negeri untuk menempuh studi di Unesa. Hadiran mahasiswa luar dapat memperkuat atmosfer akademik Unesa.
“Kami juga terus meningkatkan kualitas layanan akademik, seperti upaya khusus agar mahasiswa harus lulus tepat waktu. Dan, juga memastikan agar ke depan, mahasiswa wisuda langsung menerima ijazah. Tahun depan kita pastikan semua layanan semakin baik,” ungkap Martadi. (*)
- Pewarta : Saputra Wijaya
- Foto : Istimewa
- Penerbit : Ronie Dwito





