SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Ternyata Manasik Haji menjadi kegiatan ujian praktik yang seru dan menyenangkan bagi siswa siswi SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya. Hal ini terlihat dari antusias dan semangat para peserta.
Ujian praktik Manasik Haji yang dilaksanakan pada Senin, (09/02/26) di Tower Smamda Surabaya dengan diikuti ratusan siswa kelas 12 ini menjadi rangkaian penilaian mata pelajaran keislaman.
Keseruan Manasik Haji tersebut juga dirasakan oleh Nevia Riska Ramadhani (18) siswa kelas 12 Smamda Surabaya yang mengaku senang dan sangat berkesan bisa mengikuti langsung ujian praktik Manasik Haji di sekolah.
“Seru dan menyenangkan. Ternyata persiapan untuk berangkat Haji itu tidak mudah. Salah satunya harus melakukan Tawaf tujuh kali. Semoga, nanti aku bisa Umoh atau Haji. Aamiin,” kata Nevia sebari tersenyum.
Hal senada juga disampaikan Nathania Aurelia (18) siswa kelas 12 Smamda Surabaya yang mengaku sangat tertarik mengikuti praktik Manasik Haji. Karena, sejak sekolah dasar ingin sekali bisa berangkat Umroh atau Haji.
“Selama ini aku hanya bisa melihat di TV. Melihat serunya Tawaf dan melempar jumrah. Di Smamda Surabaya aku diajarin Manasik Haji. Ternyata seru dan menyenangkan,” terang Aurelia.
Aurelia mengaku senang karena bisa melakukan Tawaf yang merupakan ibadah dilakukan dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran. Serta, melempar jumrah sebagai penanda umat muslim menolak bisikan setan.
Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Muklasin sangat mengapresiasi dan bangga sekaligus bersyukur melihat siswa siswi terlihat antusias dan penuh semangat menjalani ujian praktik Manasik Haji.
“Ujian praktik Manasik Haji ini diperuntukkan bagi siswa kelas 12. Dimana, seluruh rangkaian ibadah diajarkan, mulai dari tawaf hingga simulasi tahapan ibadah haji lainnya, diikuti peserta sesuai standar yang ditetapkan sekolah,” tandas Muklasin saat meninjau para siswa melaksanakan ujian praktik Manasik Haji di Tower Smamda Surabaya.
Menurut Muklasin, Manasik Haji ini menjadi rangkaian terakhir kegiatan ujian praktik siswa Smamda Surabaya. Semua siswa mengikuti kegiatan mulai dari tawaf sampai tahapan lainnya. Karena, ini masuk penilaian pelajaran.
“Kebetulan, kami juga memiliki siswa asing asal Perancis yang alhamdulilah juga beragama muslim. Sehingga, harus mengikuti standar yang telah diterapkan Smamda Surabaya,” imbuhnya.
Melalui ujian praktik Manasik Haji ini, lanjut Muklasin, sekolah berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal spiritual bagi siswa di masa depan. Sekaligus, pelaksanaan manasik haji bertujuan untuk menuntaskan pembelajaran keislaman siswa, khususnya pemahaman tentang rukun Islam kelima.
Muklasin juga menegaskan kegiatan Manasik Haji ini sebagai salah satu upaya untuk mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan penguatan nilai-nilai keislaman dan pengalaman ibadah peserta didik.
“Manasik haji ini adalah rukun Islam yang terakhir. Harapan kami, pembelajaran keislaman anak-anak sudah tuntas. Kami juga berharap mereka nantinya benar-benar bisa melaksanakan ibadah haji atau umrah di kemudian hari,” pungkas Muklasin. (*)
- Penulis : Saputra Wijaya
- Foto : Saputra
- Editor : Ronie Dwito





