SURABAYA || PINTAR INDONESIA – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya kembali melakukan penyegaran struktur pimpinan baru sebagai upaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, prestasi, dan pengembangan sekolah,
Dalam struktur pimpinan baru kali ini, Smamda Surabaya melantik lima Wakil Kepala (Waka) Sekolah periode 2025 – 2028 yang dilaksanakan pada Jumat, (23/01/26) di Smamda Tower.
Kepala Sekolah Baru Smamda Surabaya, H. Mukhlasin ST MPd mengatakan bahwa, pergantian wakil kepala sekolah di lingkungan Smamda Surabaya ini merupakan bagian dari mekanisme penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja perserikatan, yang umumnya diiringi dengan pelantikan resmi.
“Sedangkan, proses pelantikan ini untuk memastikan berjalannya visi pendidikan Muhammadiyah dengan wakil kepala sekolah baru yang bertugas mengelola bidang kurikulum, kesiswaan, sarpras, atau humas,” ujar Mukhlasin.
Pelantikan lima Waka baru Smamda Surabaya 2025-2028 ini, lanjut Mukhlasin, sebagai langkah strategis pengembangan sekolah. Dimana, kepemimpinan baru ini difokuskan pada transformasi menuju sekolah digital dan berkarakter. Serta, mempertahankan prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kelima Waka Smamda Surabaya periode 2025–2029 yang resmi dilantik diantaranya Moch Hendy Bayu Pratama SS MPd (Waka Kesiswaan), Mustakim SPd (Waka Kurikulum), Alif Jatmiko MThI (Waka Ismuba Al Islam), Dio Yulian Sofansyah MPd (Waka Sarana Prasarana) dan Ratna Yuliawati SSi (Waka Humas).
“Pergantian ini adalah proses rutin dalam organisasi Muhammadiyah untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan peningkatan mutu pendidikan. Serta, membangun soliditas internal untuk membawa sekolah ke arah yang lebih baik. Salah satu langkah strategisnya adalah revolusi kurikulum,” tegasnya.
kedepan, Smamda Surabaya ingin mencoba membongkar kurikulum. Tidak hanya mengikuti kurikulum standar sekolah lain namun harus ada inovasi agar muncul siswa yang berprestasi sesuai bidangnya.
Inovasi tersebut merujuk pada keberhasilan Kelas Tahfidz yang telah berjalan. Dengan penambahan jam khusus, kemampuan hafalan Al-Qur’an siswa meningkat signifikan. Pola keberhasilan ini akan dikloning ke mata pelajaran lain melalui program Kelas Unggul Spesifik.
Nantinya, setiap kelas akan memiliki fokus bidang yang lebih tajam, seperti Kelas Biologi, Kelas Fisika, dan Kelas Matematika. Dengan penambahan jam pelajaran pada bidang-bidang tersebut, Smamda menargetkan lahirnya lebih banyak siswa berprestasi, khususnya juara Olimpiade Sains Nasional (OSN).
“Terkait sumber daya pengajar, dipastikan jumlah dan kualitas guru yang dimiliki Smamda Surabaya saat ini sudah sangat memadai untuk mendukung sistem kelas spesifik tersebut,” ungkap Mukhlasin.
Dengan formasi kepemimpinan yang solid dan kurikulum yang inovatif, Smamda Surabaya optimistis dapat terus menjadi barometer pendidikan Islam yang progresif di Jawa Timur. (*)
- Pewarta : Saputra Wijaya
- Foto : Istimewa
- Editor : Ronie Dwito





