SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Tabitha Ayu Putri Ning Bestari mahasiswa D4 Desain Grafis Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil menghadirkan karya buku ilustrasi interaktif bertajuk “Zuan dan Wony: Petualangan 5R”.
Buku karya Tabitha yang dikembangkan sebagai proyek tugas akhir sekaligus media edukasi lingkungan dalam program SIER Mengajar 1 tersebut tercetus berkat kebutuhan akan media pembelajaran lingkungan yang sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar sekaligus sebagai ajang edukasi gaya hidup Zero Waste.
Tabitha menjelaskan, ide membuat buku ilustasi interaktif ini muncul karena banyaknya persoalan sampah yang terus menjadi tantangan lingkungan yang membutuhkan upaya edukasi sejak usia dini. Dimana, bertujuan untuk kebiasaan menjaga bumi dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui program ini, Aku merancang buku ilustrasi interaktif yang memadukan cerita visual, aktivitas fisik, dan teknologi digital untuk mengenalkan konsep pengelolaan sampah kepada anak-anak dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami,” ujar Tabitha, Jumat, (14/08/26).
Tabitha juga menjelaskan, isu ekologi sering kali memiliki konsep yang kompleks sehingga membutuhkan penyampaian kreatif agar lebih mudah diterima oleh anak. Dimana, desain grafis memiliki kekuatan luar biasa untuk menyederhanakan isu ekologi yang kompleks menjadi petualangan visual yang taktil dan mudah dipahami oleh kognisi anak-anak.
Melalui karakter Zuan dan Wony, anak-anak diajak mengikuti perjalanan edukatif untuk memahami konsep 5R, yaitu Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot. Kelima konsep tersebut dikemas dalam alur cerita yang interaktif sehingga pembelajaran mengenai pengurangan sampah terasa lebih dekat dengan pengalaman anak.
Buku tersebut dirancang dengan menggabungkan pengalaman membaca secara konvensional dan interaksi digital. Setiap halaman menghadirkan elemen visual yang dapat disentuh melalui fitur buka-tutup, sementara QR Code yang tersedia di dalam buku mengarahkan pengguna menuju konten digital berupa permainan edukatif.
Metode ini membantu memperkuat pemahaman mengenai pentingnya memilah, mengurangi, dan memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan. Selain buku ilustrasi, Tabitha turut mengembangkan berbagai media pendukung untuk memperluas kampanye edukasi lingkungan.
“Media tersebut meliputi video animasi motion graphic, pemetaan konten media sosial, hingga produk turunan seperti tas bekal dan perangkat berkebun,” ungkap Tabitha.
Beragam media pendukung tersebut dirancang agar pesan zero waste dapat diterapkan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan anak. Melalui pendekatan ini, edukasi lingkungan memiliki ruang yang lebih luas untuk membangun kebiasaan positif sejak sekolah dasar.
Melalui inovasi ini, Tabitha berharap anak-anak dapat mengenal gaya hidup ramah lingkungan sejak dini dan menerapkannya dalam keseharian. (*)
- Penulis : Mandala Saputra
- Foto : Istimewa
- Editor : Ronie Dwito





