Gerai CERDAS PeKA FEB Unair Menjadi Ruang Edukasi Literasi Mahasiswa
SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Dalam rangka mendorong mahasiswa tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi tetapi juga tangguh mengenali dan mengelola risiko, Bank Indonesia meresmikan Gerai CERDAS PeKA pada Jumat, (02/10/26).
Gerai CERDAS PeKA (Cakrawala Edukasi & Ruang Diskusi Aman untuk Semua Konsumen Indonesia – Peduli, Kenali, Adukan) yang berada di Gedung Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya ini merupakan hasil kolaborasi BI, UNAIR dan PERBANAS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta menjelaskan, penipuan digital kerap memanfaatkan kepanikan, kepercayaan, dan desakan untuk bertindak cepat. Sehingga, konsumen khususnya generasi muda dengan mudah mengambil keputusan tanpa verifikasi.
“Untuk itu, Gerai CERDAS PeKA hadir sebagai ruang edukasi dan diskusi yang mendekatkan pelindungan konsumen dengan lingkungan kampus,” ujar Filianingsih.
“Karena, kecakapan mahasiswa menggunakan teknologi perlu diikuti kemampuan mengenali dan mengelola risiko, dari digital savvy menjadi risk savvy,” imbuhnya.
Melalui Gerai CERDAS PeKA, lanjut Filianingsih, Bank Indonesia akan terus memperkuat literasi dan keberdayaan konsumen, khususnya generasi muda agar semakin cakap mengenali dan mengelola risiko di tengah pesatnya digitalisasi layanan keuangan.
Hal tersebut semakin relevan seiring pesatnya digitalisasi pembayaran dan tingginya pemanfaatan layanan keuangan oleh generasi muda. Hingga Agustus 2026, transaksi QRIS secara kumulatif sejak awal tahun mencapai 17,45 miliar transaksi, dengan 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant.
Wakil Rektor Bidang SDM Unair Ardianto menambahkan, mahasiswa diajak berhenti sejenak sebelum bertransaksi, memeriksa sumber informasi melalui kanal resmi, melindungi data pribadi, serta berani mengadukan permasalahan.
“Mahasiswa juga didorong menjadi agen edukasi dengan membagikan pengetahuan kepada lingkungannya, sehingga kampus dapat menjadi penggerak budaya kritis dan bertanggung jawab dalam penggunaan layanan keuangan digital,” terang Ardianto.
Melalui gerai ini, Ardianto juga menegaskan, mahasiswa dapat memperkuat pemahaman mengenai produk dan layanan keuangan, mengenali risiko transaksi digital, serta memperoleh informasi mengenai mekanisme dan kanal pengaduan ketika menghadapi permasalahan.
“Di sini, mahasiswa dapat memperoleh edukasi sekaligus berdiskusi dan berkonsultasi mengenai produk dan layanan keuangan, risiko transaksi digital, serta mekanisme pelindungan konsumen,” tandasnya.
Selain meresmikan Gerai CERDAS PeKA, Bank Indonesia bersama Unair juga mengelar acara Talkshow edukasi literasi digital. Kegiatan tersebut disambut antusias seluruh peserta. Salah satunya, zanira Nayla (21) mahasiswa Akutansi Semester 7 FEB Unair Surabaya.
Zanira asal Tangerang Selatan ini mengaku antusias dan tertarik mengikuti semua rangkaian acara CERDAS PeKA yang digagas oleh BI dan Unair ini. Karena, edukasinya sesuai target anak muda yang baru belajar atau memulai investasi demi masa depan tanpa harus merasa khawatir.
“Sebagai generasi muda kita harus cerdas dan bijak apabila ingin berinvestasi atau bertransaksi. Jangan karena melihat keuntungan semata tanpa berfikir dampaknya. Sehingga, bukan untung yang didapat tapi malah terjerumus. Melalui program CERDAS PeKA ini kita bisa belajar lebih baik lagi,” ungkap Zanira.
Kehadiran Gerai CERDAS PeKA di lingkungan kampus diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan inisiatif serupa secara berkelanjutan guna mewujudkan ekosistem ekonomi dan keuangan digital Indonesia yang aman, inklusif, berintegritas, dan terpercaya. (*)
- Penulis : Mandala Saputra
- Foto : Mandala
- Editor : Ronie Dwito





