SURABAYA || WARTAINDONESIA.co – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) kembali menunjukkan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan olahraga nasional.
Langkah strategis tersebut dibuktikan melalui program kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertajuk “Peningkatan Pemahaman Physical Literacy dan Sosialisasi Tes Pengukuran Jasmani TKPN bagi Mahasiswa PPG”.
Berkolaborasi dengan IGORNAS Jawa Timur, kegiatan Pengmas Prodi PJKR Unesa ini diikuti oleh mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) PJOK dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Program Pengmas ini di Pimpin oleh Fifukha Dwi Khory, S.Pd., M.Pd. dengan didukung tim ahli seperti Prof. Ali Maksum, S.Pd., M.Si., Dr. Anung Priambodo, S.Pd., M.Psi.T., Nanang Indriarsa, S.Pd., M.Psi.T., dan Dr. Lucy Widya Fathir, M.Pd. yang merepresentasikan kekuatan UNESA dalam bidang pengukuran, psikologi olahraga, dan pengembangan pembelajaran jasmani.
Ketua Tim Pelaksana, Fifukha Dwi Khory, menjelaskan bahwa, kegiatan ini dirancang untuk menjembatani ilmu kampus dengan praktik lapangan. Dimana, mahasiswa PPG tidak hanya diperkenalkan pada konsep dan instrumen pengukuran, tetapi juga dilatih untuk menafsirkan hasil tes sebagai dasar penyusunan pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.
“Kegiatan ini berfokus pada dua agenda strategis. Pertama, penguatan pemahaman physical literacy, yaitu kapasitas individu untuk bergerak dengan percaya diri, kompeten, dan bermakna sepanjang hayat,” ucap Fifukha melalui rilis resminya, Rabu, (18/02/26).
“Sedangkan, kedua, sosialisasi dan pelatihan penggunaan Tes Kebugaran dan Pengukuran Jasmani Nasional (TKPN) sebagai instrumen standar untuk memetakan kondisi fisik peserta didik secara objektif dan terukur,” imbunya.
Kolaborasi dengan IGORNAS Jawa Timur memberikan nilai tambah penting dalam kegiatan ini. Melalui keterlibatan organisasi profesi guru olahraga, materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan riil pembelajaran PJOK di sekolah.
“Para mahasiswa PPG memperoleh gambaran konkret tentang bagaimana physical literacy dan TKPN dapat diimplementasikan dalam situasi kelas yang beragam, mulai dari sekolah perkotaan hingga wilayah pinggiran,” terangnya.
Melalui program ini, UNESA dan IGORNAS Jawa Timur menegaskan komitmen bersama dalam menyiapkan guru PJOK yang tidak hanya mahir mengajar, tetapi juga mampu membaca data kebugaran, memahami karakter fisik peserta didik.
“Serta, merancang intervensi pembelajaran yang berdampak jangka panjang bagi kesehatan dan kualitas hidup generasi muda,” ungkap Fifukha.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem pendidikan jasmani yang berbasis ilmu, data, dan kolaborasi profesional, sejalan dengan arah transformasi pendidikan Indonesia menuju pembelajaran yang lebih bermakna dan berkelanjutan. (*)
- Penulis : Saputra Wijaya
- Foto : Istimewa
- Editor : Ronie Dwito





