Mobil Pintar Menjadi Ruang Belajar Cerdaskan Anak Indonesia
SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Program Mobil Pintar gagasan Yayasan Pondok Kasih menjadi kendaraan edukasi bergerak yang menjadi ruang belajar untuk mencerdaskan anak anak Indonesia.
Namun, Mobil Pintar yang membawa buku, komputer, serta berbagai aktivitas pembelajaran langsung ke komunitas atau masyarakat kurang mampu ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan.
Melihat kondisi tersebut, Kreatip by Artisan Market bersama Youth Up lakukan aksi peduli dengan menyalurkan donasi senilai Rp70 juta kepada Yayasan Pondok Kasih untuk mendukung program Mobil Pintar.
Donasi tersebut berasal dari sebagian hasil penyelenggaraan Kreatip by Artisan Market 2026 yang digelar pada 7-9 Agustus 2026 lalu di Grand City Surabaya, bersamaan dengan rangkaian IdeaFest Surabaya 2026.
Salah satu Co-Founder Artisan Market & Youth Up, Alfie Iyawan menjelaskan bahwa, melalui kolaborasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri anak-anak untuk belajar serta berkembang.
“Semakin banyak pihak yang terlibat dalam gerakan berbagi akan semakin besar pula manfaat yang bisa dirasakan anak-anak Terutama, mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan,” ujar Alfie, Sabtu, (12/09/26).
Selain memberikan donasi, lanjut Afie, kolaborasi tersebut juga dilanjutkan melalui Book Drive, gerakan pengumpulan buku layak baca yang nantinya dimanfaatkan untuk memperkuat kegiatan literasi anak-anak di berbagai komunitas yang dijangkau Mobil Pintar.
Salah satu Co-Founder Artisan Market & Youth Up, Stephanie Wibisana, menambahkan, melalui gerakan inisiasi Book Drive, masyarakat, komunitas, pelaku usaha, generasi muda, maupun orang tua diajak menyumbangkan buku yang masih layak baca.
“Satu buku yang sudah selesai dibaca bisa menjadi kesempatan baru bagi anak lain untuk belajar, bermimpi, dan melihat dunia lebih luas,” terang Stephanie
Buku-buku yang terkumpul nantinya akan mendukung kegiatan Mobil Pintar sekaligus memperkaya pilihan bacaan bagi anak-anak di komunitas yang dikunjungi. Sedangkna, informasi mengenai periode pengumpulan buku, jenis buku yang dibutuhkan, serta titik pengumpulan akan diumumkan melalui Instagram @artisanmarket dan @youthup.official.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah relawan muda dari Artisan Market juga berinteraksi langsung dengan puluhan anak binaan Yayasan Pondok Kasih Surabaya. Mereka diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari mewarnai, bermain hingga belajar bahasa Inggris.
Tak hanya menyasar anak-anak, program tersebut juga menjangkau para ibu melalui berbagai kegiatan edukasi, termasuk mengenai nutrisi dan keluarga.
Dikesempatan yang sama, Koordinator Lapangan Yayasan Pondok Kasih Surabaya, Anita Prasetia Rahayu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Artisan Market dan Youth Up yang berkenan berbagi ilmu dan mendukung komunitas.
“Mobil Pintar dapat berfungsi sebagai perpustakaan mini sekaligus ruang belajar bergerak. Anak-anak bisa membaca buku, mengenal teknologi melalui komputer, serta mengikuti berbagai kegiatan literasi dan pembentukan karakter,” ungkap Anita.
Ia menjelaskan, Mobil Pintar saat ini menjalankan kegiatan literasi di enam titik di Surabaya, yakni Petojo, Sumur Welut, Makam Mataram, Kenjeran, Tambakwedi, dan Keputih. Dimana, kegiatan berlangsung setiap Senin – Jumat dengan peserta mulai dari anak usia TK atau PAUD hingga SMP.
Melalui langkah kecil tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis dan kepedulian sosial bukan dua hal yang harus berjalan terpisah. Aktivitas ekonomi dan kreativitas dapat menjadi sumber daya untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari semangat Youth Up dalam mendorong generasi muda untuk tidak hanya belajar, mengembangkan ide dan membangun jejaring, tetapi juga berani berkontribusi kepada masyarakat.
Melalui gerakan tersebut, Artisan Market dan Youth Up berharap semakin banyak pelaku usaha, komunitas, dan generasi muda melihat bahwa bisnis, kreativitas, dan kontribusi sosial dapat tumbuh bersama. (*)
- Penulis : Mandala Saputra
- Foto : Istimewa
- Editor : Ronie Dwito





