SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Bahasa Mandarin kini menjadi bahasa yang dikenal secara luas di berbagai Negara, termasuk di Indonesia. Serta, menjadi bahasa keseharian dalam dunia pendidikan di beberapa sekolah salah satunya Gracia Fei Xiang School Surabaya.
Oleh karena itu, untuk mengasah ketrampilan menulis dan berbicara bahasa mandarin, Gracia Fei Xiang School Surabaya mengajak siswa siswi mengikuti kompetisi Chinese Vocabulary Dictation Contes (CVDC) 2026.
Alhasil, kompetisi CVDC 2026 tersebut disambut antusias peserta hingga mencapai 214 peserta dari berbagai sekolah tingkat SD dan SMP yang ada di Jawa Timur.
Salah satunya adalah Indiana (12) siswa kelas 6 Gracia Fei Xiang School yang ikut kompetisi CVDC 2026 ini mengaku senang bisa kembali mengikuti lomba menulis dan bicara bahasa mandarin. Meskipun terbilang masih anak anak namun ia sudah ahir dalam berbahasa mandarin.
“Kebetulan opa dan oma pandai berbahasa mandarin. Dan di sekolah selalu menggunakan bahasa mandarin. Sehingga, secara otomatis aku bisa belajar dengan cepat. Semoga, di ajang CVDC 2026 ini bisa meraih jura 1,” kata Indiana saat dijumpai di kompetisi CVDC yang digelar diGracia Fei Xiang School, Sabtu, (28/02/26)
Hal senada juga disampaikan Aurelie Budiono (14) siswi SMP Gracia Fei Xiang School. Meskipun dari keluarganya tidak ada yang bisa berbahasa mandarin secara lancar namun keinginannya untuk bisa berbahasa mandarin menguatkan dirinya mengikuti CVDC 2026.
“Ini menjadi ajang bagi aku untuk berani tampil dan mengasah keahlian berbahasa serta menulis mandarin yang sudah aku dapatkan dari sekolah. Semoga, nantinya aku bisa tampil terbaik,” terang Aurelie sembari tersenyum.
Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SD dan SMP Gracia Fei Xiang School, Dewi Sintowati mengaku bangga dan mengapresiasi antusias peserta yang turut meramaikan CVDC 2026. Ini membuktikan bahwa, belajar bahasa Mandarin itu mudah dan menyenangkan.
“Kompetisi menarik ini merupakan yang pertama kali dan satu satunya di Surabaya. Namun, Gracia Fei Xiang sudah ketiga kalinya ini digelar,” tandas Dewi.
Menurut Dewi, kontes menulis dikte bahasa Mandarin ini untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan bahasa mandarin dari siswa setingkat SD dan SMP. Sekaligus, menjadi ajang menumbuhkan kecintaan anak anak pada budaya dan bahasa Mandarin.
“Mungkin bagi siswa Gracia Fei Xiang School sendiri bahasa mandarin itu mudah. Karena, siswa wajib menggunakan tiga Bahasa untuk kegiatan sehari hari di sekolah, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia,” ungkap Dewi.
Secara teknis lomba dibagi 4 kategori berdasarkan kelas masing masing peserta, yakni Kategori A kelas 1 dan 2 SD, kategori B kelas 3 dan 4, kategori C kelas 5 dan 6 serta kategori D SMP 1, 2 dan 3. Sedangkan para juri dari native speaker yang diambil dari luar yakni dari China dan Taiwan dan tentunya sudah bersertifikat.
- Penulis : Saputra Wijaya
- Foto : Saputra
- Editor : Ronie Dwito





