Cegah Salah Pilih Jurusan, Smamda Surabaya Gelar EduFair 2026
SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Guna membekali para siswa kelas XII mengenal dunia perkuliahan, sistem akademik, peluang karier, serta mencegah salah pilih jurusan, SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya kembali menggelar agenda tahunan bertajuk Smamda Education Fair (EduFair) 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya Mukhlasin ST MPd saat menggelar agenda Kuliah Tamu pada Senin, (12/10/26) di Smamda Tower Surabaya.
Mengusung tema “Empowering the Next Generation of Innovators”, puluhan dosen tamu dan praktisi dari berbagai bidang dihadirkan untuk membekali dan memperkenalkan dunia kampus sejak dini kepada para siswa siswi agar memiliki peluang karuer dan mencegah salah pilih jurusan.
“Smamda EduFair 2026 ini sebagai langkah strategis Smamda Surabaya untuk membimbing siswa-siswi kelas XII menentukan arah pendidikan tinggi yang tepat,” ujar Mukhlasin.
Menurut Mukhlasin, pembelajaran di perkuliahan itu berbeda dengan SMA. Untuk itu, Smamda Surabaya menggelar acara EduFair sebagai edukasi tentang pendidikan lanjut agar nantinya siswa siswi tidak kaget dan tepat dalam memilih jurusan.
Keseruan rangkaian kegiatan Smamda EduFair 2026 juga dirasakan seluruh siswa. Salah satunya, Emilia Putri Aisha (18) siswa kelas XII yang mengikuti materi kuliah Kodekteran dari Universitas Ciputra (UC) Surabaya mengaku senang Smamda mengadakan acara Kuliah Umum untuk siswa. Karena, melalui edukasi tersebut siswa bisa lebih mengetahui tentang dunia perkuliahan sejak dini.
“Melalui acara EduFair ini kami para siswa bisa menentukan dan mengetahui apa yang harus dipilih apabila ingin melanjutkan ke perguruan tinggi setelah lulus SMA nanti,” terang Putri.
Hal senada juga disampaikan Milada Sofherry Kusuma (18) siswa kelas XII yang mengikuti materi Sistem Informasi dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Milada mengaku EduFair ini memberikan banyak manfaat bagi para siswa.
“Karena, bisa lebih mudah mengetahui jurusan apa saja yang sesuai dengan kemampuan dan keinginan para siswa. Serta, bisa memilih perguruan tinggi mana yang terbaik sesuai idamannya masing masing siswa. Termasuk saya,” tandas Milada sembari tersenyum.
Kegiatan Smamda EduFair 2026 yang melibatkan 31 perguruan tinggi ternama, baik negeri maupun swasta ini dikemas dalam dua tahap utama. Pada hari pertama diisi dengan sesi presentasi interaktif dari perwakilan kampus. Sedangkan, hari kedua difokuskan pada pameran pendidikan (pameran kampus) yang terbuka untuk umum. Baik siswa siswi kelas X, XI dan XII Smamda Surabaya juga dari sekolah sekitar, hingga para orang tua murid.
Mukhlasin juga menegaskan, selain pengenalan jurusan, EduFair 2026 juga mengedukasi siswa mengenai iklim pembelajaran perguruan tinggi yang menuntut kemandirian, tanggung jawab, serta pemahaman akan berbagai jalur seleksi masuk kampus.
“Edukasi perguruan tinggi di Smamda Surabaya ini tidak digelar secara mendadak. Pembekalan telah dilakukan sejak kelas X melalui program Pembelajaran Luar Kelas yang dikenal sebagai FISA (Field Trip Study Activities),” pungkas Mukhlasin.
Melalui program FISA, siswa diajak berkunjung langsung ke kampus-kampus dan mencoba fasilitas laboratorium. Untuk kelas X, kunjungan difokuskan di area Surabaya (seperti UNAIR dan ITS), kelas XI menjangkau Malang dan sekitarnya. (*)
- Penulis : Mandala Saputra
- Foto : Mandala
- Editor : Ronie Dwito





