SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi pelajar luar negeri yang ingin belajar bahasa dan budaya lokal. Salah satunya seperti yang diterapkan SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya melalui program Rotary Youth Exchange.
Perlu diketahui, Rotary Youth Exchange merupakan program pengalaman yang diberikan bagi siswa berusia 15 – 18 tahun untuk belajar di luar negeri sambil merasakan langsung budaya lain, mempelajari bahasa baru dan menjadi warga global.
Kali ini, Smamda Surabaya menerima Student Exchange asal The United States of America (USA) bernama Lucy Filipczak sebagai bagian dari komitmen sekolah memperkuat jejaring internasional sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada pelajar mancanegara.
Lucy Filipczak siswa yang berusia 16 tahun ini mengaku bangga dan senang disambut hangat oleh keluarga besar Smamda Surabaya. Ia mengaku ini kali pertama datang di Indonesia untuk belajar bahasa dan budaya lokal.
“Indonesia itu indah. Masyarakatnya ramah. Apalagi keluarga besar di Smamda Surabaya ini luar biasa baik dan hangat menyambut saya. Saya gembira sekali. Ini yang bakal membuat saya betah untuk tinggal di Indonesia,” kata Lucy saat disambut Smamda Surabaya melalui acara Welcome Party, Kamis, (06/08/26) di Smamda Tower.
Kehadiran Lucy Filipczak disambut hangat oleh jajaran pimpinan sekolah, guru, karyawan, dan para siswa. Mengenakan jas khas peserta pertukaran pelajar yang dipenuhi pin dari berbagai daerah, ia tampak antusias menyapa keluarga barunya di Smamda Surabaya.
Melalui program Rotary Youth Exchange, Lucy Filipczak akan belajar di Samda Surabaya selama 10 hingga 11 bulan atau satu tahun akademik dengan menggunakan visa pelajar. Namun, diwajibkan fokus menjalani pendidikan dan tidak diperkenankan bekerja.
Kepala Smamda Surabaya, H. Mukhlasin, S.T., M.Pd., mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin baik dan berkembang positif selama ini dengan Rotary. Dimana, kedua belah pihak saling mengisi melalui program tukar pelajar atau student exchange.
“Program Rotary Youth Exchange ini menjadi sarana bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi dalam lingkungan internasional,” terang Mukhlasin.
Dalam kesempatan tersebut, Mukhlasin juga menyampaikan pesan, semua siswa Student Exchange termasuk Lucy Filipczak tidak hanya tumbuh sebagai warga negara Indonesia, tetapi juga menjadi global citizen yang peduli terhadap berbagai isu dunia, seperti perdamaian dan perubahan iklim.
Oleh karena itu, Mukhlasin juga menegaskan bahwa program pertukaran pelajar juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam yang ramah, toleran, dan menjunjung tinggi perdamaian.
Ditempat yang sama, Chair Rotary Youth Exchange (RYE) District 3420 Indonesia, Enny Ambarsari, menjelaskan, Student Exchange memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar dan berlatih secara langsung bahasa asing yang digunakan di Negara tuan rumah. Baik secara formal di kelas maupun informal dengan masyarakat sekitar.
“Sedangkan, untuk penempatan peserta pertukaran mempertimbangkan sistem resiprokal, yakni sekolah yang mengirimkan siswa ke luar negeri juga menjadi tempat penerimaan peserta inbound. Ini alasan kami memilih Smamda Surabaya karena sistemnya resiprokal, memudahkan anak yang meninggalkan suatu sekolah untuk digantikan oleh anak inbound di sekolah tersebut,” pungkas Enny.
Selama mengikuti program pertukaran, Lucy akan menjalani proses pembelajaran reguler di Smamda Surabaya, mempelajari budaya Indonesia, belajar Bahasa Indonesia, serta mengikuti berbagai kegiatan sosial maupun ekstrakurikuler. (*)
- Penulis : Mandala Saputra
- Foto : Mandala
- Editor : Ronie Dwito





