SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Beragam karya seni terbaik siswa Elyon Christian School ditampilkan dalam acara LENTARIUM 2026. Mulai karya dua dimensi tradisional seperti lukisan, gambar dan sketsa, hingga karya digital seperti fotografi, video, animasi, dan website.
Mengusung tema “Behind the Curtains”, acara LENTARIUM 2026 yang diselenggarakan mulai 5–7 Juni 2026 di Ciputra World Surabaya ini melibatkan guru dan siswa-siswi kelas 7-12 (subject Art & Design dan Digital Media & Design).
LENTARIUM 2026 bertema Behind the Curtains ini bukan sekedar kegiatan biasa. Melainkan panggung tempat kreatifitas, semangat dan kerja keras para guru dan siswa Elyon Christian School untuk menampilkan kreativitas dan eksplorasi artistic murid murid Secondary dan High School.
Salah satunya adalah karya unik berupa benteng atau bangunan pertahanan bertema Mario Bross dari siswa kelas 11 yang beranggotakan Jessica Hillary, Mykel Putranto, Quentin, Chevy Andrea dan Aislynn Callista.
Ketua Tim, Jessica Hillary mengaku terinspirasi dari games lawas Mario Bross yang selalu berusaha keras untuk bisa melewati rintangan. Meskipun, terkadang harus jatuh bangun, namun Mario tetap bangkit dan maju hingga garis finis.
“Melalui project bertema Mario Bross ini kami ingin menyampaikn pesan kepada generasi muda bahwa bukan games yang dicontoh tapi semangat sosok Mario Bross yang berani maju tanpa menyerah. Karena, berkarya itu tanpa batas asal kita harus tetap semangat dan berani mencoba,” kata Jessica saat dijumpai pada Jumat, (05/06/26) di Ciputra World Surabaya.
LENTARIUM 2026 menjadi wadah profesional bagi siswa untuk memamerkan karya mereka baik dalam media tradisional maupun digital. Dimana, bertujuan untuk mengajak pengunjung melihat lebih dekat hubungan antara proses kreatif dengan hasil karya seni.
Ditempat yang sama, Jimy Hartanto selaku Elyon High School Principal menjelaskan, kegiatan ini didukung oleh mata pelajaran Seni Rupa & Desain serta Desain Media Digital. Dimana, acara ini menampilkan keindahan yang tersembunyi dibalik setiap karya agung.
“Pameran ini menjadi bentuk integrasi pembelajaran akademis dengan implementasi nyata di dunia kreatif melalui proses kurasi karya seni,” terang Jimy.
Melalui acara ini, Jimy berharap bisa menjadi ruang interaksi komunitas untuk mengapresiasi proses kreatif sebagai refleksi talenta. Sekaligus, menjadi jembatan antara sektor pendidikan formal dan industri kreatif di Surabaya.
Menariknya lagi, pengunjung juga dapat menikmati karya tiga dimensi seperti miniature, clay, crochet, hingga digital 3D model yang menunjukkan keberagaman eksplorasi seni para murid.
Selain menikmati pameran karya seni, pengunjung dapat mengikuti berbagai program interaktif yang disiapkan selama tiga hari penyelenggaraan. Salah satunya adalah PORTFORIUM, sesi bincang langsung bersama murid Secondary dan High School mengenai konsep, proses, dan makna di balik karya mereka.
Terdapat pula IMAGIUM, program melukis terbuka untuk umum usia 10 tahun ke atas dengan tema berbeda setiap harinya, di mana peserta berkesempatan menampilkan dan mempresentasikan hasil karya mereka secara langsung.
LENTARIUM 2026 kali ini menjadi pameran perdana Elyon di ruang publik besar yang dapat diakses masyarakat Surabaya selama 12 jam penuh setiap harinya. Langkah ini diambil setelah melihat respons positif dan antusiasme dari keluarga besar Elyon terhadap penyelenggaraan sebelumnya.
Marcellino Leopatria selaku Ketua Acara LENTARIUM 2026 berharap, melalui LENTARIUM 2026 ini dapat terus mendorong siswa untuk lebih percaya diri dalam menampilkan karya mereka, belajar mengapresiasi seni, serta terbuka terhadap kritik dan apresiasi dari komunitas kreatif di Surabaya. (*)
- Penulis : Mandala Saputra
- Foto : Mandala
- Editro : Ronie Dwito





