SURABAYA || PINTAR INDONESIA – Rasa haru, bangga dan sedih dirasakan semua siswa siswi SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya saat mengikuti prosesi Wisuda Purna Siswa ke-49 yang dilaksanakan pada Sabtu, (23/05/26).
Sebanyak 395 siswa Smamda Surabaya dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan. Hebatnya lagi, sebagian siswa sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri/Swasta favorit.
Momen mengharukan sekaligus membanggakan tersebut dirasakan Luthfiya Nabila Fahmi (18) siswi Smamda Surabaya asal Kota Cepu Jawa Tengah. Ia mengaku sedih harus berpisah dengan para ustadz dan ustadzah yang banyak memberikan ilmu serta sahabatnya di Smamda Surabaya.
“Namun, aku bangga bisa lulus dengan nilai yang sanagt memuaskan. Sekaligus, bangga bisa diterima di Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNair) Surabaya jurusan International Undergraduate Program (IUP),” kata Nabila didampingi bundanya.
“Semoga, ilmu yang kita dapat selama di Smamda Surabaya ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Hal senada juga disampaikan Chika Sabrina siswi Smamda Surabaya yang masih berusia 17 tahun tapi sudah lulus dengan nilai memuaskan. Ia mengaku bangga namun sedih harus berpisah dengan teman teman baiknya di sekolah.
“Aku akan melanjutkan kuliah di ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). ITS adalah kampus impian aku sejak dulu. Semoga bisa lolos,” terang Chika.
Kebahagiaan juga dirasakan Aulia Amirah (18) saat usai mengikuti prosesi wisuda. Ia mengaku senang dan bangga bisa lulus. Namun, merasa sedih harus berpisah dengan sahabat sahabatnya. Meskipun ia tahu perpisahan ini hanya sesaat.
“Pastinya, aku dan teman teman tidak lagi bisa bertemu setiap hari seperti disekolah. Karena, aku harus fokus kuliah di Unair. Semoga, keepannya kita semua bisa menjadi generasi bangsa yang bisa terus berprestasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tandas Aulia.
Mengusung tema “The Golden Generation: Empowered by Faith and Inspired by Excellence”, wisuda ini menjadi puncak pelepasan bagi lulusan SMamda Surabaya yang disiapkan sebagai penggerak dakwah.
Kepala Smamda Surabaya, Ustadz Muklasin menyampaikan rasa syukur, bangga dan mengapresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah lulus dengan nilai terbaik. Namun, ia menegaskan wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi para alumni untuk menjadi bagian dari masyarakat pembelajar.
“Untuk itu, para lulusan diharapkan tidak lengah dalam menghadapi perkembangan zaman. Ini adalah momen pembuka kalian. Ayo bangun, sudah waktunya mandiri untuk menatap hidup selanjutnya,” ungkap Ustadz Muklasin.
Ustadz Muklasin juga menyampaikan pesan penting kepada para wisudawan untuk tetap memegang teguh nilai agama di amanapun berada, menjadikan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi hidup serta menjadi penggerak dakwah di lingkungan masyarakat maupun kerja. (*)
- Penulis : Mandala Saputra
- Foto : Mandala
- Editor : Ronie Dwito





